“Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit”-Pepatah-. Tahukah kalau pepatah itu sesungguhnya agak menjerumuskan. Mengapa demikian? Karena kayaknya maksa banget buat punya impian. Memang idealnya setiap orang harus memiliki impian untuk dikejar dan diraih, sebagai pembakar semangat dan motivasi untuk menjalani kehidupan. Namun seringkali justru impian-impian itulah yang menjadi bumerang bagi kita sendiri.
Kita tahu bahwa Tuhan YME menciptakan kita dengan sempurna mungkin dan kita memiliki sesuatu yang disebut akal. Dengan akal inilah kita sebagai manusia dipercaya menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi ini. Selain akal, manusia juga dibekali dengan hawa nafsu. Hawa nafsu inilah yang bisa menjadi pisau bermata dua untuk kita. Artinya jika kita menggunakan hawa nafsu untuk berbuat kejelekan, maka kita akan mendapatkan kejelekan. Begitu juga sebaliknya.
Kalau saja kita bisa mengendalikan hawa nafsu kita, maka kebaikanlah yang akan kita dapat. Kalau aku berpendapat kayak gini: “hawa nafsu memang harus dikendalikan agar kita tidak melakukan kesalahan besar. Mungkin termasuk hawa nafsu dalam impian itu”. Lho kok gitu? Agak aneh ya?
Sekarang kita coba mikir, pakek logika dan akal kita. Jika kita memiliki impian yang sangat tinggi sampai-sampai setinggi langit dan ternyata keadaan tidak mendukung sehingga kita tidak bisa mencapai impian itu, apakah tidak sakit sekali? Pasti dan kebanyakan akan merasa kecewa berat, frustasi, sakit sekali apabila terjadi hal itu. Beberapa yang mengalami hal itu, bisa memilih dua jalan: 1. Tetap mengejar impian itu, walau jatuh tapi bangun lagi. Atau jalan ke-2. Mengganti impian itu.
Well, banyak orang yang tidak memilih dua pilihan itu. Mereka justru memilih jalan yang ke-3, yaitu BUNUH DIRI karena frustasi. Ini mungkin karena saking frustasi dan stress sampai-sampai memilih jalan mengakhiri hidup mereka. Aku sebenarnya sedih banget liat begitu banyaknya sekarang orang yang melakukan bunuh diri. Liat aja di berita-berita di TV. Aku inget banget waktu itu ada orang yang mau bunuh diri loncat dari gedung dan akhirnya mati mengenaskan setelah menerjunkan dirinya. Sungguh memilukan.
Ya mungkin aku bisa menyimpulkan kayak gini. Kalau sesungguhnya kita harus berhati-hati dengan impian kita. Kita harus bisa melihat kapasitas kita apakah kita mampu mencapai impian itu. Jika kita benar-benar yakin kalau kita mampu, maka teruslah mengejar impian itu. Namun jika ternyata impian itu terlalu tinggi bagi kita, maka tidak ada salahnya kita bercermin diri apakah kita benar-benar mampu menggapainya. Jangan sampai impian itu justru menghancurkan kita. Aku yakin semua orang pasti punya impian dan akan selalu berusaha menggapai impian itu.
mantap ni gan artikelnya,selalu ada dua piliha. gapai impianmu atau ganti impianmu, klo saya pribadi si saya akan ukur kemampuan pribadi dulu, klo sudah baru saya punya acang acang bagaiman impian saya, jadi lebih realistis dan tidak terlalu kecewa. begitu, sama kaya UMPTN ja jaman dulu lah, saya ukur dulu kemampuan saya, klo emang segitu ya ada dua piliha. menganti jurusan yang saya inginkan atau tetap mengejar jurusan yang saya inginkan dengan belajar lebih giat. pilihan di tangan saya. tenkyu artikelnya.
BalasHapusYang jelas haruss berani dlm mengambil keputusan, kalo keputusan itu ternyata tidak sesuai harapan maka harus lebih berani lagi untuk menerima kenyataan, itu juga pelajaran untuk kita mengambil keputusan kedepannya
BalasHapusitulah kalau terlalu mengejar impian yang berlebih, seharusnya hidup itu sederhana saja sudah cukup kok. sederhana dalam segala hal, nikmati yang ada, syukuri segala pemberian dari sang illahi :)
BalasHapusoia kawan salam kenal ya, sekalian ijin follow blog ini :)
Keren posting sob, Keep Posting ..
BalasHapusmakasih udah share ya ..
Inspiratif bernilai... jangan pernah berhenti bermimpi..semangat.
BalasHapuskunjungan pertama
salam kenal dan follow balik juga
Revolusi Galau
semangat yah :D
BalasHapusikutin tulisan mb' Maya,
taruhlah cita"mu 5 cm diatas dahi, tdk tinggi tdk jg rendah =pas :D
ya.. kalau bermimpi terlalu tinggi nggak jadi kenyataan bisa stress..
BalasHapusSebenanrnya tidak ada salahnya dengan semua impian, dengan impian kita punya semangat kita punya usaha,yang salahnya, kita tidak bisa melihat dan menilai kesanggupan yang kita miliki, bahkan kita malah cenderung memaksakan..
Tak ada salahnya kalau lebih baik kita tetap semangat menjadi hidup dengan penuh syukur, itu lebih nikmat..
Nice post...
Maaf jika salah...
btw, sudah follow balik ya...
tapi kalo cita cita kita ga tinggi gimana dong, orang hidup cuma sekali
BalasHapussalam kenal
bermimpi tapi tetap ukur kemampuan diri.
BalasHapus"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit"
BalasHapusTapi sungguh sop, ini merupakan motivasi yang bagus,bila akal dan kemampuan bisa seiring bersama dalam upaya.Yup ane setuju,kerjarlah tapi ingat logika,mantap,thanks dah sharing,happy blogging.
impian = target hidup. setiap manusia harus memiliki target kemudian mengasah diri untuk mencapai target tersebut. perkara berhasil atau tidak itu bukan urusan kita, kewajiban kita adalah berusaha, hasil sepenuhnya adalah hak Alloh. begitulah kira-kira
BalasHapustanpa adanya target dalam kehidupan, maka kita juga akan bingung dalam menentukan langkah. kalau kita memiliki targer maka akan mudah dalam menyusun strategi dalam pencapaiannya....
BalasHapusJangan takut bermimpi cah bagusss...
BalasHapusYakinkan diri, bahwa DIA akan selalu mewujudkan impian orang2 yg tak lelah berusaha.
Succes never came to indolence
kunjungan sob ..
BalasHapussalam sukses selalu ..:)
Setuju dengan kalimat yang ini: melihat kapasitas kita apakah kita mampu mencapai impian itu. Jika kita benar-benar yakin kalau kita mampu, maka teruslah mengejar impian itu.
BalasHapuskunjungan ..
BalasHapussalam sukses selalu ..:)
kunjungan ya
BalasHapussmoga sukses selalu :D
di tunggu kunjungan baliknya
paling tidak bisa buat motivasi utk terus berkreasi dan semangat, tapi jika terlalu ambisi hasilnya mgkin jadi kurang baik :)
BalasHapussangat insoiratif, dan banyak motivasi buat kemajuan
BalasHapusterima kasih kawan
ditunggu ......